Tuhan Umat Hindu Orang India?

Pernah ada pernyataan menarik yang dilontarkan seseorang dalam diskusi lintas agama. Menurut pandangannya bahwa Tuhan orang Hindu adalah orang India. Opini ini berdasarkan pada Film Mahadewa, yang bersumberkan pada kisah-kisah dalam kitab purana. Dikisahkan Yang Kuasa dalam wujud pribadi-Nya sebagai Mahadewa, bersemayam  di Kailasha. Dipercaya bahwa Kailasha berada di puncak gunung Himalaya (mount everest), negara India. Sehingga dapatlah dinyatakan bahwa Tuhan orang Hindu adalah orang India.

Logikanya keren dan memang benar demikian. Akan tetapi, mari kita dalami lebih jauh untuk mematahkan logikanya. Berdasarkan uraian berbagai kitab suci, bahwa Mahadewa (dewanya dewa) dipahami dalam tiga aspek (Tri Purusa); Siwaatman (Tuhan bersemayam dalam hati manusia, sering juga disebut Paramaatman; jiwa yang maha utama), Sada Siwa (Tuhan yang berwujud, saguna brahman), dan Parama Siwa (Nirguna brahman; ada dimana-mana, tak tergambarkan, gaib, dslb). Yang dikisahkan dalam purana adalah aspek Tuhan yang berpribadi (saguna brahman), yang seolah-olah seperti manusia. Apalagi dipahami oleh orang yang tidak paham ajaran Hindu. Akan tetapi orang Hindu sendiri pun bingung tentang hal ini. 

Menurut kitab suci Bhagavad Gita, secara tersirat dinyatakan bahwa gunung yang tertinggi di bumi adalah gunung Himalaya, “Diantara gunung Akulah Himalaya”. Hal ini juga disebutkan di dalam Siva Purana.

Umat Hindu meyakini bahwa para leluhur, para dewa atau dewa-dewi, berstana di gunung. Dan gunung tertinggi dianggap stana Tuhan. Berdasarkan keyakinan ini, benarlah bahwa Mahadewa di bumi berstana di Himalaya (Kailasha) karena gunung tertinggi di bumi adalah gunung Himalaya. Meski demikian, bukan berarti Tuhan orang Hindu orang India.

Untuk meluruskan argumen seperti itu, mari kita lihat fakta dalam praktek pemujaan masyarakat Hindu di Bali. Kenyataannya bahwa Tuhan (Siwa) diyakini berstana di gunung Agung. Nama-nama suci beliau juga dipuja di berbagai gunung yang ada di Bali; Sangkara di pura Gunung Mangu, Sambu di besakih, Iswara di gunung Lempuyang, Maheswara di pura Goa Lawah, Rudra di uluwatu. Dalam Dewata Nawa Sanga (Nava Sanga), hanya dewa Wisnu dan dewa Brahma yang bukan nama lain dari dewa Siwa. Dalam konsep dewata nawa sanga, Siwa sebagai porosnya.

Berdasarkan uraian kitab suci, dewa Siwa juga tinggal di tempat Kremasi / kuburan. Kuburan dalam konteks niskala adalah tempat terakhir bagi sang roh, namun bisa juga tempat terakhir bagi tubuh fisik, sehingga di Bali selalu ada pura Dalem dekat kuburan, tempat pemujaan kepada bhatara Siwa.

Jika di India tempat terakhir bagi sang roh di Kailasha, stananya dewa Siwa dan dewi Parwati yang berpribadi. Maka di Bali, tempat terakhir bagi roh orang Bali yang telah meninggal adalah pura Dalem Puri (dekat pura Besakih, dulu disebut pura Kedewatan). Pura ini merupakan tempat pemujaan dewi Durga atau Dewi Parwati. Oleh karena itulah setiap orang yang telah diaben, berakhir di pura dalem Puri dan Besakih.

Dari uraian tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa bhatara Siwa tidak hanya berstana di Kailasha, tetapi juga di Besakih dan pura lainnya. Jika mengikuti logika seperti pada argumen pertama, maka Tuhan orang Hindu adalah orang Bali.

Author: I Ketut Merta Mupu

Seorang pemuda yang lahir di daerah terpencil, berpikir sederhana dan terbuka. Alumni Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Sedang menjadi pelayan masyarakat sebagai Pendamping Sosial di Kementerian Sosial RI - berdinas di Dinsos Kabupaten Bangli.

One Reply to “Tuhan Umat Hindu Orang India?”

  1. Saya selalu pikir dia dan sayaku suka sama dia ketika saya tlp.ngak pernah di angkat kira apa dia pikir juga saya klau ketemu terasama malu dan ngak maun gomon sama sayaku dan tdk ada jawaban tolak atau toko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *